Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti meningkatkan akses ke Fasilitas Kesehatah Tingkat Pertama (FKTP), optimalisasi sistem rujukan, dan peningkatan mutu pelayanan. Salah satu upaya pencegahan komplikasi Hipertensi khususnya Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di FKTP melalui Pelayanan Terpadu (PANDU) PTM, 5) Pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini dan monitoring faktor risiko hipertensi melalui Posbindu PTM yang diselenggarakan di masyarakat, di tempat kerja dan institusi.Jika seseorang mengalami hipertensi, maka upaya yang harus dilakukan adalah mengontrol tekanan darah. Masyarakat diimbau melakukan cek tekanan darah di fasilitas kesehatan terdekat.
Kalau pasien yang sudah hipertensi diharapkan segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengontrol hipertensi.Kalau individu itu sudah mendapatkan obat dan sudah tahu tekanan darahnya harus diturunkan berapa maka selanjutnya minum obat terus walaupun tekanan darahnya sudah mencapai target.
Hipertensi adalah penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan. Jadi kalau seseorang tekanan darahnya sudah mencapai target bukan berarti dia sembuh, tapi terkontrol. Kalau sudah terkontrol maka diharapkan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, risikonya akan menurun.Selain hipertensi, penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah Asam Urat. Penyakit asam urat atau gout adalah salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat. Kondisi ini dapat terjadi pada sendi mana pun, seperti di jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering di jempol kaki.
Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Akan tetapi pada kondisi tertentu, asam urat dapat menumpuk akibat tubuh menghasilkan asam urat dalam jumlah yang berlebihan atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat.Kadar asam urat dalam darah yang berlebihan akan menyebabkan pembentukan kristal di sendi. Kristal ini akan memicu peradangan, sehingga penderita akan mengalami gejala nyeri dan bengkak pada sendi, biasanya di kaki. Selain di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu ginjal atau batu saluran kemih.
Perlu diketahui, meski disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), tidak semua orang dengan hiperurisemia mengalami penyakit asam urat. Penyakit asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada sendi. Kondisi ini bisa terjadi akibat tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau fungsi ginjal dalam membuang asam urat tidak bekerja dengan baik, sehingga membuat kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi.Penyakit asam urat umumnya ditandai dengan munculnya rasa nyeri yang terjadi secara tiba-tiba dan bertahan selama beberapa waktu. Sendi yang nyeri juga kerap mengalami kemerahan, bengkak, dan terasa panas. Bagian yang paling sering terdampak oleh asam urat adalah kaki.
Gejala-gejala tersebut biasanya hanya terjadi pada satu sendi, tetapi juga bisa terjadi pada beberapa sendi di saat yang bersamaan, misalnya di sendi dan jari-jari tangan.Kemudian, penyakit lain yang juga perlu diwaspadai adalah kurang gizi. Masalah gizi bukan saja dapat terjadi pada seluruh kelompok usia di sepanjang daur kehidupan, lebih dari itu masalah gizi yang terjadi pada suatu kelompok usia akan berpengaruh pada periode kelompok usia berikutnya ( intergenerational impac).
Pada masa mendatang, status gizi berperan secara sangat esensial menentukan kualitas SDM. Tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh status gizi ibu ketika janin masih berada dalam kandungan. Selanjutnya, status gizi anak berusia di bawah lima tahun (balita) akan mem-pengaruhi kualitas pada saat usia sekolah, remaja dan seterusnya.Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses alami yang terjadi pada setiap makhluk hidup. Pertumbuhan tidak semata-mata dipantau pada perubahan fisik, tetapi juga perubahan dan perkembangan mental, intelektual, perasaan dan tingkah laku.Proses pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak-anak yang terjadi dengan secara sangat cepat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang meliputi faktor genetika, lingku-ngan, pola asuh dan gizi. Masa balita yang sering disebut sebagai masa emas merupakan periode yang sangat penting. Pada seorang balita terutama pada usia dua tahun pertama kehidupan, otak sedang mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga mereka harus menda- pat asupan gizi yang cukup, kasih sayang dan rangsang yang positif.Pada tahun 1999, di Indonesia diperkirakan ada 1,3 juta anak yang mengalami gizi buruk yang berpotensi un-tuk mengalami kehilangan IQ sebesar 22 juta poin. 1,4 Anak-anak dengan gizi kurang tersebut berisiko untuk mengalami penurunan berat otak, jumlah sel, besar sel, dan zat-zat biokimia lain lebih tinggi daripada anak yang normal.
Semakin muda seorang anak menderita kondisi gizi kurang, semakin berat akibat yang ditimbulkan.Keadaan tersebut akan semakin berat lagi, jika keadaan gizi kurang telah dimulai sejak janin dalam kandungan.Pada kekurangan gizi yang berat, dapat terjadi kemunduran mental yang bersifat permanen, tetapi pada keadaan yang ringan dan sedang kemunduran mental tersebut masih mungkin dipulihkan.
Berdasarkan berbagai hasil penelitian, diketahui bahwa setiap anak dengan status gizi yang buruk berisiko mengalami kemunduran IQ sekitar 10 – 13 poin. Pendapatan perkapita yang rendah berdampak padakemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan yang rendah.
Editor : Buliran News