Scroll untuk baca artikel

Jaringan Toko Sembako Cengkeram Ekonomi Rakyat

Jaringan Toko Sembako Cengkeram Ekonomi Rakyat
Jaringan Toko Sembako Cengkeram Ekonomi Rakyat

Untuk menyelamatkan usaha yang sudah sulit dipasarkan melalui jaringan toko2 kecil yang jumlahnya juga semakin sedikit karena desakan keberadaan jaringan Gurita yg gerainya terus bertambah tanpa kendali Pemerintahan.Akibatnya omzet penjualan menurun tinggal 30% dari kapasitas produksi, hingga sulit membayar upah dan gaji serta menanggung biaya operasional pabrik lainnya.

Alibaday kemudian melakukan kerjasama pemasaran bersama jaringan Gurita dengan persyaratan sebagai berikut:1. Jaringan Gurita bersedia menjamin pembelian seluruh sisa produksi Susu Wuenak dengan produksi 100% kapasitas apabila tidak terjual ke pihak lainnya.

2. Alibaday diperkenankan menjual ke jaringan toko2 kecil seperti biasanya dengan keharusan meningkatkan harga jual menjadi 120% dari biasanya.3. Gurita akan membeli setiap sisa produksi dengan harga 80%. Alasannya: Gurita menanggung beban tidak setara dengan jaringan toko2 kecil yang tidak membayar: pajak dengan benar, tanpa iklan, tanpa promosi dan papan reklame, tanpa lembur SPG dan karyawan, pergudangan, sistem distribusi dll. alasan yang di nilai setara harga 20% .

4. Pembayaran Gurita pada Alibaday dengan tenor 3 bulan setelah barang diterima Gurita atau lebih cepat bila stok di Gurita sudah habis terjual.Dengan Kata Lain, Gurita memasarkan seluruh sisa produk Susu Wuenak dengan harga beli 80%, yaitu, modal produksi Wuenak (harga jual - hpp Wuenak = 20%) yang dibayar setelah barang terjual (artinya tanpa modal awal beli stok). Sementara harga jual Wuenak di etalase Gurita di pasang seharga 150%.

Maka Laba Gurita adalah 70% tanpa modal belanja stok.Laba Gurita menjadi lebih bagus dari penjualan susu Wuenak, karena rasa yang lebih digemari, modal lebih ringan dan merk yang mudah di pasar kan karena merk sudah pernah terkenal. Maka porsi belanja terhadap merek "Susu Masam" di tekan dan di perkecil dan dipertahankan hingga kurang dari 1/3 omset biasa nya.

Sebaliknya, jaringan toko-toko kecil tetap bersedia membeli Susu Wuenak karena sudah dikenal dan di butuhkan masyarakat, apalagi tersedia di jaringan semua outlet Gurita sehingga merk tersebut semakin mantap dipasaran.Walaupun keuntungan mengecil akibat modal beli menjadi 120% namun omzet meningkat. Sementara harga jualnya tetap 140%. Maka laba Toko2 kecil adalah 20%, masih di kurang bunga pinjaman untuk modal belanja stok barang.

Sebaliknya, Pabrik susu merk Wuenak merasa nyaman di selamat kan Gurita, karena produksi dapat kembali di tingkat kan 100% kapasitas dengan laba 40% (harga jual 120% - hpp 80%), walaupun hanya dari sebagian kecil belanja toko2 kecil langganan lamanya.Sementara untuk omzet besar dari Gerai Gurita Laba nya 0%, bahkan berkurang lagi menjadi minus, karena harus membayar bunga pinjaman 3 bulan atas tiap produksi yang dijual ke gerai Gurita.

Sementara konsumen terbagi dua lapis, ada yang lebih suka belanja di jaringan Gurita Dengan harga ayang sedikit ke ih mahal, karena menganggap stok di gerai Gurita tentu terjamin baru dari kadaluwarsa karena jaringan nya sudah terkenal, tempat nya bersih dan terang dengan lampu memenuhi setiap jengkal ruang. Ada yang lebih suka belanja di toko2 kecil karena tersedia di warung-warung dekat dengan perkampungan.Catatan:

Beberapa lama kemudian Jaringan Gurita mendekati produsen merk "susu masam" untuk kerjasama mengemas merk "Susu Wuenak" yang kontrak pembelian Gurita berubah membeli dalam bulk besar saja sementara kemasan akan dikerjakan Gurita sendiri. Tujuannya untuk menekan biaya, sehingga perusahaan merk "Susu Masam" dapat bergeliat dalam mengisi susu Wuenak pada kemasan yg lebih kecil dan menarik sesuai permintaan partner nya Gerai Gurita. Maka produsen susu merk masam dapat mempelajari kelebihan dan kekurangan susu merk Wuenak, untuk di tiru dan di perbaiki kekurangan yang ditemukan nya.Dengan kerjasama permodalan yang dibantu gerai Gurita, pada saat nya kemudian "Susu Masam" sudah dapat memproduksi susu baru yang diberi label "Susu Gurita" dengan rasa dan kwalitas yang lebih baik dibanding susu Wuenak.

Pada masa nya kemudian susu merk Gurita dengan cita rasa dan harga yang lebih kompetitif berhasil merebut hati umat.Hingga pada waktunya kemudian Gurita memutuskan hubungan usaha dengan merk "Susu Wuenak" hingga perusahaan Alibaday, Wuenak tumbang dan tutup usaha selama nya, sementara Susu merk Gurita semakin berjaya.

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini