Sementara itu pasokan air dari hulu Sungai Tenggang dan Sringin belum surut, ditambah potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah pegunungan.
Radar cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mendeteksi awan konvektif yang masif, sementara faktor infrastruktur seperti proyek tol dan tanggul laut justru memperlambat drainase menuju Laut Jawa.
"Genangan air masih terpantau di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga Genuk, dengan ketinggian hingga 90 sentimeter di depan RSI Sultan Agung," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB Abdul Muhari.
Hingga saat ini truk besar masih kesulitan melintas di jalur tersebut, sementara kendaraan roda dua dan empat kecil yang nekat menerobos banjir akhirnya mogok. Banyak pekerja kawasan industri Kaligawe nekat menumpang truk agar tetap bisa bekerja.
Upaya penyedotan air dengan pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pusat Pengendalian Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air (PPSDA), serta BNPB terus dilakukan untuk mengalirkan air ke dua kolam retensi sebelum dibuang ke laut. Namun, debit air hulu yang deras membuat genangan sulit surut sepenuhnya.
Editor : Redaktur Buliran