Menghadapi ancaman itu BNPB memutuskan memperluas operasi OMC yang sebelumnya hanya mengandalkan satu pesawat Cessna Caravan PK-SNM.
"Kami tambah armada pesawat penabur bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) untuk mengendalikan awan pembawa hujan yang mengepung Semarang dari berbagai arah," beber Muhari.
Mulai hari ini, armada kedua ditempatkan di Lanud Adi Soemarmo, Solo, dengan cakupan lebih luas mencakup wilayah selatan Jawa Tengah. Langkah ini melanjutkan kolaborasi cloud seeding BNPB dengan BPBD Jawa Tengah yang telah berjalan sejak 25-27 Oktober lalu.
"Melalui penambahan armada udara ini, BNPB berharap upaya penanganan banjir dan mitigasi ke depan berjalan lebih optimal. Saat satgas darat berkejaran dengan waktu di lapangan, di langit kami atur agar hujan jatuh di tempat yang semestinya," katanya.Data BNPB per 24 Oktober mencatat populasi terdampak awal mencapai 38.180 jiwa dari 12.957 kepala keluarga, dengan fokus utama di Kecamatan Genuk (4.265 jiwa) dan Muktiharjo (33.915 jiwa).
Editor : Redaktur Buliran