PARA pelatih sepakbola papan atas setidaknya memiliki karier bermain yang luar biasa. Pengalaman mereka bermain di level tertinggi klub sangat membantu mereka dalam mengelola tim sepakbola setelah karier bermain mereka berakhir.Akan tetapi, selalu ada satu atau dua pelatih aneh yang tidak pernah memainkan permainan secara profesiional tetapi berhasil menjadi pelatih terkenal dan sukses. Siapa sajakah mereka? Berikut lima pelatih top yang tak pernah jadi pesepakbola profesional :
5. Andre Villas-Boas (Portugal)
Villas-Boas tercatat pernah menangani tim-tim besar seperti FC Porto, Chelsea, Tottenham Hotspur, Zenit dan Marseillie. Akan tetapi, siapa yang menyangka jika ia tidak pernah mencicipi karier sebagai pesepakbola profesional sebelum menjadi pelatih.Saat berusia 16 tahun, ia kebetulan tinggal di apartemen yang sama dengan pelatih Porto, Sir Bobby Robson. Pengetahuannya yang mengesankan tentang sepakbola membuat Sir Robson tertarik kepada Villas-Boas.
Sir Robson pun kemudian mengangkat Villas-Boas untuk mengisi jabatan di Departemen Pengamatan Porto. Bahkan ia dibuatkan lisensi kepelatihan hingga menerima lisensi A ketika berusia 19 tahun. Perjalanan kepelatihannya pun dimulai sebagai asisten di bawah Jose Mourinho di Porto.Setelah itu, Villas-Boas menikmati karier panjang dan kesuksesan bersama Porto. Ia pun dikenal sebagai pelatih termuda yang pernah memenangkan trofi Eropa saat bersama Porto. Setelah itu, ia pun hijrah ke Chelsea tetapi memiliki kinerja yang buruk.
Begitu pun dengan kariernya di klub Liga Inggris lainnya yakni Tottenham. Beruntung ia mampu membalas kinerja buruk tersebut saat hengkang ke Zenit dan Shanghai SIPG. Saat ini, ia pun menikmati kesuksesan bersama Marseille dengan menempati urutan kedua di Liga Prancis musim ini.4. Leonardo Jardim (Portugal)
Jardim dikenal sebagai pelatih top dengan menangani klub seperti Braga, Olympiacos, Sporting Lisbon dan AS Monaco. Seperti halnya, Villas-Boas, Jardim memulai karier kepelatihannya di usia muda yakni 27 tahun.Mungkin satu-satunya kritik di awal kariernya adalah kenyataan bahwa ia tidak pernah bertahan cukup lama di sebuah klub sepakbola. Jardim menghabiskan satu musim di Braga, Olympiacos dan Sporting Lisbon.Pada setiap musim, ia melakukan pekerjaan yang sangat baik dan meningkatkan ketiga tim secara signifikan. Namun, ia pergi meninggalkan ketiga klub tersebut karena satu keadaan yang tidak terduga atau yang lainnya.
Ia baru menemukan stabilitas ketika menjalani pekerjaan di AS Monaco. Jardim pun terbilang sukses hingga mampu membawa AS Monaco melaju ke semifinal Liga Champions pada musim 2016-2017. Sayangnya, setelah awal yang mengecewakan pada musim 2018-2019, ia dibebaskan dari tugasnya.Tetapi, setelah AS Monaco tidak ada perbaikan di bawah kepelatihan Thierry Henry, Jardim ditarik kembali walau kariernya di seri kedua kurang dari setahun. Pelatih berpaspor Portugal itu sudah keluar dari kontrak.
3. Maurizio Sarri (Italia)
Maurizio Sarri muda memang mencoba yang terbaik untuk memiliki karier sebagai pemain sepakbola profesional. Tapi ia tidak berhasil lulus di luar level amatir sambil juga bekerja sebagai bankir. Cedera kemudian memotong aspirasinya menjadi pemain sepakbola profesional.Meski, karier sebagai pemain mandek, tetapi Sarri yang berusia 30 tahun menjadi salah satu pelatih sepakbola termuda ketika ia memimpin USD Stia 1925 di tingkat delapan sepakbola Italia. Tetapi, pada 2012 Sarri dipercayakan tanggung jawab membawa klub divisi dua Liga Italia yakni Empoli.
Editor : Buliran News