Scroll untuk baca artikel

Ini Dia, Pelatih Top yang Tak Pernah Jadi Pesepakbola

Ini Dia, Pelatih Top yang Tak Pernah Jadi Pesepakbola
Ini Dia, Pelatih Top yang Tak Pernah Jadi Pesepakbola

Setelah kalah dalam playoff promosi di musim pertamanya, Empoli mendapatkan promosi otomatis pada 2013-2014. Pada 2015, Sarri mengalami ketenaran signifikan pertamanya ketika ia ditunjuk sebagai pelatih salah satu klub sepakbola terbesar Italia yakni SSC Napoli.Pelatih asal Italia itu membantu pemain seperti Dries Mertens dan Allan mencapai kegemilangan yang tidak diharapkan. Sarri juga membuat Napoli memainkan tipe sepakbola menyerang yang dihargai oleh para penggemar di seluruh dunia. Namun, ia belum berhasil memberikan trofi.

Sarri meninggalkan Napoli ke Chelsea pada 2018-2019. Meskipun ia bukan penggemar favorit di London, ia membawa klub meraih trofi Liga Eropa dan merupakan gelar pertamanya sebagai pelatih sepakbola. Saat ini ia menangani Juventus dengan karier yang cukup menjanjikan.2. Brendan Rodgers (Irlandia Utara)

Pada usia 18 tahun, Rodgers ditandatangani oleh Reading sebagai pemain, tetapi kondisi lutut genetik memaksanya untuk pensiun pada usia muda 20. Rodgers diundang oleh Jose Mourinho untuk bergabung dengan Chelsea sebagai pelatih muda pada tahun 2004 dan kemudian menjadi pelatih cadangan klub dua tahun kemudian.

Pekerjaan pertama orang Irlandia Utara itu sebagai pelatih kepala adalah di Watford pada 2008 sebelum pindah ke Reading. Selama dua tahun yang sukses di Swansea, Rodgers membantu klub sebagai yang pertama dari Wales untuk bermain di Liga Premier.Pada 2012, Rodgers memiliki karier terkenal di Liverpool. Ia datang dengan nyaris memboyong gelarLiga Inggris pada 2013-2014 sebelum Manchester City keluar sebagai juara. Rodgers kemudian dipecat oleh Liverpool pada 2015.

Tahun berikutnya, Rodgers diangkat sebagai manajer Celtic. Di bawah arahannya, klub tidak kalah di liga sepanjang musim saat mereka mengangkat gelar Liga Utama Skotlandia. Setelah memenangkan segala yang ingin dicapai dalam sepak bola Skotlandia, Rodgers kembali ke Inggris untuk memimpin Leicester City pada tahun 2019.Pemenang Liga inggris 2015-2016 itu memainkan beberapa sepakbola brilian musim ini, sehingga menjadikan diri mereka sebagai salah satu klub terbaik di Liga Inggris di luar The Big 6.

1. Julian Nagelsmann (Germany)

Julian Nagelsmann adalah pelatih lain yang tidak memiliki karier sebagai pemain karena cedera. Nagelsmann mengambil Administrasi Bisnis dan Ilmu Olahraga sebelum pindah ke pelatihan dan bekerja dengan Thomas Tuchel di Augsburg.Saat usia 28 tahun, pekerjaan sepak bola pertamanya sebagai pelatih kepala adalah bersama Hoffenheim pada Oktober 2015. Ia pun menjadi pelatih termuda dalam sejarah Liga Jerman saat itu. Meski Hoffenheim terperosok di urutan ke-17, tujuh poin dari zona aman, tetapi Nagelsmann secara drastis mengubah nasib klub dan mengamankan satu musim lagi di Liga Jerman.

Ini terbukti vital, karena musim berikutnya Hoffenheim lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Nagelsmann kemudian pindah ke RB Leipzig pada musim 2019-2020. Ia memainkan sepakbola menyerang yang menakjubkan.Nagelsmann kemudian menjadi pelatih termuda dalam sejarah Liga Champions untuk memenangkan pertandingan di babak 16 besar dengan menumbangkan Tottenham Hotspur 4-0 pada musim ini. Cukup memukau untuk menyadari bahwa Nagelsmann masih berusia 32 tahun, dan merupakan salah satu prospek terpanas dalam manajemen saat ini. ***

 

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini