Ia menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kondisi bangunan sekolah yang dinilai kurang terawat, fasilitas toilet yang terbengkalai dan menimbulkan bau tidak sedap, hingga dugaan hilangnya dana sewa kantin sekitar Rp30 juta yang sebelumnya direncanakan untuk pembelian lahan tambahan saat kepemimpinan Plt Kepala Sekolah Drs. Maisal Amri menggantikan almarhum Zamira, M.Pd.
Irwanto juga menyayangkan masih adanya bendera Merah Putih yang dalam kondisi robek tetap dikibarkan di lingkungan sekolah.
"Hal seperti itu bukan hanya mencoreng nama sekolah, tetapi juga menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap simbol negara," katanya.
Selain itu, ia juga mengungkap adanya tunggakan gaji penjaga sekolah dan pegawai lainnya yang disebut belum dibayarkan dengan alasan keterbatasan dana BOS.
Irwanto turut menyoroti mekanisme pemilihan Ketua Komite Sekolah yang menurutnya tidak lagi dilaksanakan sesuai ketentuan. Ia menduga penunjukan ketua komite dilakukan secara langsung oleh kepala sekolah tanpa melalui mekanisme pemilihan yang semestinya.Menurutnya, kondisi tersebut kemudian menjadi awal munculnya berbagai dugaan pungutan yang membebani orang tua siswa.
"Kami berharap kepala sekolah dan komite kembali kepada komitmen awal ketika sekolah ini didirikan. Jangan lagi membebani orang tua siswa dengan berbagai pungutan. Sekolah ini dibangun melalui pengorbanan masyarakat demi masa depan anak-anak, bukan untuk kepentingan segelintir pihak," tutup Irwanto. Tim.
Editor : Buliran NewsSumber : Tim