Misinya tidak hanya untuk mengalahkan rekor perjalanan kaki terjauh di Indonesia, tetapi juga untuk membuktikan kearifan dan keramahan masyarakat Sulawesi di setiap tempat yang ia lewati.
Selama perjalanan panjangnya, Daeng Anpes mengalami berbagai kebahagiaan dan kesedihan.
Dari hujan deras hingga terik matahari, dan kelelahan fisik, ia menghadapinya dengan tekad yang teguh.
Yang menarik, ia hanya mengenakan sepatu sandal yang harus diganti berkali-kali saat sudah tipis.
Selama perjalanan, Anpes tidak hanya berjalan kaki, tetapi juga mempromosikan daerah-daerah yang dilaluinya melalui media sosial.
Dia tidak meminta bantuan, melainkan banyak menerima bantuan dari masyarakat yang terinspirasi oleh perjuangannya.
Selain itu, Daeng Anpes menunjukkan kepedulian sosial dengan membersihkan tempat-tempat ibadah yang pernah ia kunjungi, sehingga warga semakin menghargai perbuatannya.
Kedatangan Daeng Anpes selalu mendapat sambutan hangat di berbagai kota dan desa di Sulawesi.
Mereka memberinya tempat beristirahat, memberinya makanan, dan memberinya dukungan moral.
Semangatnya dalam menghadapi perjalanan panjang ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah menghadapi tantangan hidup.
Editor : Buliran News