Scroll untuk baca artikel

Apakah Utang Puasa Ramadhan Harus Dibayar Berturut-turut?

Apakah Utang Puasa Ramadhan Harus Dibayar Berturut-turut?
Apakah Utang Puasa Ramadhan Harus Dibayar Berturut-turut?

Sementara itu, ulama Syafi'i, ulama Maliki, ulama Hanabilah, dan Zaidiyah berpendapat bahwa menjalankan Qadha puasa secara berturut-turut lebih baik, tetapi jika dilakukan secara terpisah juga diperbolehkan.

Mereka berdalil dengan firman Allah SWT, "Maka hendaknya ia berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan" tanpa menetapkan secara terpisah atau berturut-turut.

Hari-hari yang dilarang untuk berpuasa menjelang Ramadhan

Berikut beberapa hari yang dilarang untuk mengganti puasa Qadha, menurut kebanyakan ulama:

1. Hari yang dilarang bagi suami kepada istri, kecuali dengan seizin suaminya

Nabi Muhammad SAW melarang seorang istri berpuasa jika suaminya sedang berada di rumah. Dalam arti lain, istri harus memperoleh izin suami sebelum berpuasa pada hari-hari tertentu.

2. Hari-hari di bulan Ramadhan

Tiga imam besar mazhab mengatakan bahwa tidak sah menggantikan kewajiban puasa Ramadhan pada hari-hari selama bulan Ramadhan.

3. Hari yang meragukan

Hari yang diragukan ini, apakah ini awal Ramadhan atau akhir Syawal, memang merupakan permasalahan yang menimbulkan keraguan. Hal ini didasarkan pada perkataan Ammar bin Yasir, “Barangsiapa berpuasa di hari yang diragukan, berarti telah berbuat durhaka terhadap Abu al-Qasim.” (Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

4. Hari Jumat secara khusus

Jumat dianggap sebagai hari perayaan mingguan bagi umat Islam, sehingga syariat melarang berpuasa di hari itu.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang dikatakan dalam hadits dari Jabir bin Abdullah, “Janganlah berpuasa pada hari Jumat, kecuali jika diikuti dengan berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Dua hari raya

Berpuasa pada dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, adalah haram. "Ini adalah dua hari, di mana Nabi telah melarang berpuasa pada hari-hari tersebut, yaitu hari kalian berbuka dari puasa dan hari kalian makan hasil kurban." (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Hari tasyrik

Hari tasyrik adalah hari kedua, ketiga, dan keempat pada Idul Adha. Aisyah dan Ibnu Umar berkata, “Diberi kemudahan pada hari-hari tasyrik untuk berpuasa, kecuali bagi orang yang telah menerima hewan kurban di waktu haji.” (HR. Bukhari)

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini