Kekalahan pertama dengan skor yang begitu besar memang layak dijadikan evaluasi yang serius, terutama bagi Indra Sjafri sebagai tim nasional Indonesia.
Evaluasi diperlukan agar Timnas Indonesia dapat bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.
Indra Sjafri mengakui bahwa timnya kurang siap menghadapi serangan Iran.
Itu adalah hal yang memicu kekalahan Garuda Muda yang telak di tangan Iran.
"Kita tidak main begitu buruk, tapi kita kurang dalam antisipasi untuk umpan-umpan silang Iran," mengaku Indra Sjafri menurut laman PSSI.
"Selain itu, kami tidak siap untuk lawan-lawan yang menyerang dari atas, dan duel satu lawan satu kami kurang," katanya.
Indra Sjafri memang benar ketika mengatakan bahwa pemain Timnas Indonesia, terutama lini belakang, mengalami kesulitan dalam menghadapi situasi bola di atas.
Seri, pemain Iran memiliki keunggulan dalam hal fisik dan tinggi badan, sementara skema Timnas Indonesia dalam menghadapi bola mati masih perlu diperbaiki.
Fakta bahwa dua dari tiga gol yang masuk ke gawang Timnas Indonesia berasal dari sepak pojok adalah bukti yang menunjukkan bahwa.
Lebih lanjut, Indra Sjafri juga merasa kecewa dengan beberapa kesempatan yang hilang akibat serangan balik timnya yang tidak efektif.
Editor : Buliran News