Mekanisme Gawangan dan Lubang Hitam Tersembunyi
Mekanisme yang dikenal sebagai Mekanisme Hills terjadi dalam interaksi antara lubang hitam dan dua bintang. Dalam interaksi ini, lubang hitam dan dua bintang saling berinteraksi secara gravitasi sehingga salah satu bintang dilemparkan keluar dengan kecepatan yang sangat cepat.
Para peneliti menggunakan data dari teleskop luar angkasa Gaia untuk memetakan posisi dan kecepatan 21 bintang yang bergerak dengan cepat di Bima Sakti. Dari analisis ini, 16 bintang berhasil ditelusuri asal-usulnya; tujuh di antaranya berasal dari sekitar Sagittarius A*, sementara sembilan lainnya mungkin berasal dari Awan Magellan Besar.
Pola ini menunjukkan bahwa ada objek massif yang tersembunyi di dalam Awan Magellan Besar yang telah melemparkan bintang-bintang tersebut dengan Mekanisme Hills.
Baca juga:
Tabrakan yang Mungkin Terjadi di Masa Depan
Saat ini, Awan Magellan Besar berada di sekitar 160.000 tahun cahaya dari Bima Sakti. Meskipun tabrakan antara kedua galaksi ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat, diperkirakan bahwa dalam sekitar 2 miliar tahun mendatang, Awan Magellan Besar akan bergabung dengan Bima Sakti.
Jika lubang hitam di dalamnya benar-benar ada, maka ia akan menuju ke pusat galaksi kita dan akhirnya bergabung dengan Sagittarius A*, membentuk lubang hitam yang lebih besar lagi.
Astronom percaya bahwa proses ini yang memungkinkan lubang hitam tumbuh dari ukuran kecil menjadi besar. “Apa yang akan terjadi jika kita bisa melihat proses ini secara perlahan di dalam galaksi kita sendiri,” kata para peneliti. Sayangnya, umat manusia mungkin tidak akan bisa melihat akhirnya.
Penelitian ini sedang dalam proses konfirmasi lanjutan. Tim berharap penelitian di masa depan akan dapat mengungkap lebih banyak informasi tentang sifat dan lokasi lubang hitam tersebut.
Baca juga:
Editor : Buliran News