Scroll untuk baca artikel

Badan Gizi Nasional Harus Dievaluasi Total, MBG Abai SOP hingga Minim Pelibatan UMKM

Kepala BGN, Dadan Hindayana.
Kepala BGN, Dadan Hindayana.

"Tidak ada toleransi terhadap protokol yang sudah ditetapkan untuk menjamin makanan sehat, bergizi, dan enak disantap. Keteledoran terhadap protokol dan SOP yang ditetapkan akan bersifat fatal, karena ini menyangkut nyawa manusia," tegasnya.

Dia juga menyoroti, janji palsu Kepala BGN Dadan Hindayana soal pelibatan UMKM dalam MBG. Seharusnya program baik ini bisa jadi motor penggerak ekonomi mikro.

"Cakupan MBG terlalu luas, maka perlu melibatkan kantin sekolah dan pihak sekolah, termasuk UKM sehingga mengungkit ekonomi rakyat kecil, penting untuk didengarkan oleh BGN. Berbagai masukan itu bisa dijadikan sebagai bagian penyempurnaan MBG," jelasnya.

Khudori menyarankan, jika masih kewalahan dalam pengelolaan, sebaiknya pemerintah merevisi target sasaran MBG. Dia mengatakan, wilayah 3 T sebaiknya difokuskan saja. Setelah berhasil, baru merambah ke wilayah lainnya.

"Yang terakhir, saya setuju juga masukan bahwa pemerintah sebaiknya memprioritaskan kepada sasaran yang lebih penting, termasuk memulai program ini di wilayah-wilayah 3T. Setelah berjalan 4 bulan dan ribuan dapur umum dibangun, sepertinya ini sudah cukup sebagai bekal bagi BGN untuk mengembangkan dapur di daerah 3T sekaligus membangun ekosistemnya," tandasnya. (Ic/Red)

Editor : Redaktur Buliran
Bagikan

Berita Terkait
Terkini