INDONESIAmemiliki kekayaan ikan air tawar maupun laut yang potensinya masih sangat luas untuk dieksplorasi. Ikan-ikan tersebut juga banyak yang merupakan ikan endemik atau yang yang asli ditemukan di daerah perairan Indonesia. Berikut ini adalah 7 jenis ikan lokal yang berpotensi untuk Anda budidaya.1. Ikan Baung (Hemibagrus sp.)
Ikan asli Indonesia pertama yang berpotensi untuk di budidayakan adalah ikan baung. Secara umum ikan ini memiliki kumis dan patil seperti halnya lele, namun memiliki bentuk tubuh yang menyerupai ikan patin. Sedikit perbedaan yang terdapat pada ikan ini adalah badannya yang lebih pendek, kepala yang lebih besar, serta sirip yang lebih tumpul bila dibandingkan dengan ikan patin.Ikan lokal ini dapat hidup mulai dari muara sungai sampai ke bagian hulu, sehingga mudah ditemukan pada perairan umum seperti sungai, rawa, situ, danau, dan waduk. Di Indonesia sendiri ikan ini dapat ditemukan di berbagai daerah sepeti Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera Utara. Lokasi tempat ditemukannya ikan ini juga menentukan jenis ikan baung yang ada.
Contohnya seperti ikan baung kuning yang disebut juga sebagai ikan baung senggal dalam bahasa Sunda. Ikan ini ditemukan di Sungai Cianten, Cidurian, Cikeas, Cisokan, dan Cimanuk. Ikan baung tageh juga banyak tersebar di Pulau Jawa. Sedangkan untuk ikan baung putih dapat ditemukan di sungai-sungai daerah Pulau Kalimantan, Sumatera Utara (Riau, Jambi, Bayuasin, dan Ogan) dan Semenanjung Malaya.
Pada dasarnya ikan dengan sirip dorsal yang tegak ini, memiliki sifat nokturnal atau lebih banyak beraktivitas di malam hari. Baung termasuk jenis ikan omnivora, namun ada juga yang menggolongkannya sebagai ikan karnivora karena memakan hewan-hewan kecil di sekitarnya.Potensi ikan lokal ini cukup tinggi karena dagingnya yang tebal digemari oleh masyarakat. Selain itu ikan ini memiliki sedikit duri yang disertai dengan cita rasa yang lezat, sehingga memiliki nilai ekonomi penting (Rp 40.000 – Rp 50.000/ kg), dan menjadi lebih tinggi lagi karena ada permintaan dari Malaysia dan Singapura.
Jika tertarik, anda dapat mulai membudidayakan ikan baung di kolam air tenang. Pertimbangan lainnya adalah sifat fisika kimia air yang anda gunakan, seperti suhu air sebaiknya berkisar antara 26—30 °C, pH berkisar antara 4—9 ppm, kandungan oksigen terlarut minimal 1 mg/liter dan optimal adalah 5—6 ppm, serta kandungan NH3 kurang dari 1,5 ppm. Untuk pembenihannya, ikan baung dapat dipijahkan dengan induksi hormonal menggunakan ovaprim dengan dosis 0,9 mL/kg. Setelahnya benih ikan baung dapat dipelihara dengan kedalam air hingga 50-80 cm.2. Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii)Ikan lokal lainnya adalah ikan jelawat yang secara taksonomi masih termasuk ke dalam Ordo yang sama dengan ikan mas, sehingga tidak heran apabila sekilas tubuh ikan ini mirip dengan golongan ikan mas. Ikan jelawat dapat ditemukan di perairan sungai yang mengalir sepanjang tahun, serta danau yang berlokasi di Semenanjung Malaya dan Pulau Kalimantan. Ikan ini memiliki ukuran yang cukup besar karena dapat mencapai panjang tubuh 100 cm dan termasuk ke dalam jenis ikan omnivora.Budidaya ikan lokal ini dapat anda lakukan dengan pemeliharaan menggunakan keramba sungai, atau keramba jaring apung di waduk dan kolam. Lingkungan perairan yang sesuai untuk budidaya ikan jelawat adalah dengan pH 5-7, oksigen terlarut 5-7 ppm, dan suhu sekitar 25-37⁰C.
Untuk upaya pembenihan, ikan jelawat digolongkan matang gonad pada bobot 1,4–2,9 Kg untuk induk betina dengan jumlah telur rata-rata sekitar 140.438 butir dan matang gonad pada bobot 1 - 2,6 Kg untuk yang jantan. Pemijahan ikan jelawat adalah dengan induksi hormonal dapat dilakukan menggunakan ovaprim dengan dosis 0,7 mL/kg yang dibagi menjadi 3 kali penyuntikan untuk betina. Sedangkan bagi jantan hanya 1 kali penyuntukan dengan dosis 0,3 ml/kg. Ikan jelawat jantan dan betina pada dasarnya dapat distripping untuk memperoleh telur dan spermanya.
3. Ikan Nilem (Osteochilus vittatus)Ikan nilem merupakan ikan asli Indonesia yang dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Pada habitatnya, ikan nilem hidup di sungai-sungai yang berarus sedang dan berair jernih. Ikan yang sudah mulai banyak dibudidayakan ini umumnya dapat mencapai panjang tubuh antara 18-20 cm dengan panjang maksimal mencapai 32 cm.
Ikan ini termasuk salah satu ikan air tawar yang bersifat herbivora dan memiliki kebiasaan untuk memakan ganggang sehingga dapat tergolong sebagai ikan organik. Seekor ikan nilem seberat 5 gram bisa menghabiskan pakan berupa ganggang sebanyak 6,4 kg dalam jaring apung seluas 19 m2 untuk mencapai bobot 100 gram.