Scroll untuk baca artikel

Kematian Perempuan inisial Q masih Misteri, Benarkah Korban Penyanderaan?

Seorang wanita janda, berinisial Q, yang beralamat di Desa Kerso, ditemukan meninggal dunia di rumah inisial J.
Seorang wanita janda, berinisial Q, yang beralamat di Desa Kerso, ditemukan meninggal dunia di rumah inisial J.

Bukan I saja tetapi teman teman yang lain juga menyampaikan hal senada, bahwa Q tertekan, ketakutan bahkan sebelum ditemukan telah meninggal, ia menyampaikan kepada temanya melalui chat bahwa hampir 2 hari ia tidak makan dan kelaparan. Ia juga sempat memijam pakaian temannya sebab, mulai sejak ia dibawa ke rumah J, belum pernah ganti pakaian.

Seorang aktivis sosial yang enggan disebutkan namanya menyayangkan hal ini, kenapa bisa terjadi, dan perlu ditindak lanjuti secara proporsional untuk mendapatkan keadilan. Ia akan mendampingi pihak keluarga korban dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, agar hal ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Menurut saksi warga sekitar rumahJ, mengatakan, J memang memiliki kebiasaan menyandera orang yang memiliki hutang sewa motor. Bahkan, tidak hanya Q yang menjadi korban penyendaeraan, tetapi ada banyak orang lain yang mengalami nasib serupa.

Lebih dari pada itu ia menceritakan, kepada tim media yang melakukan penelusuran bahwa kasus penyanderaan yang pernah terjadi sebelumnya kepada salah seorang warga Bate. Korban tersebut diduga mendapat perlakuan tidak wajar dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak aparat. J kemudian dinyatakan bersalah dihadapan sidang dan dijatuhi hukuman sekitar 3 tahun penjara.

Sesuai dengan bukti laporan dari Polsek Batealit, atas laporan keluarga J, Q meninggalndi rumahnya dan mengaku bahwa Q adalah Asisten Rumah Tangganya. Namun berbeda dengan bukti chat dari teman temannya juga kesaksian warga kerso, bahwa Q didibawa pria bertato ke rumah J adalah upaya pengembalian kerugian atas sewa motor yang belum terbayar.

Editor : Redaktur Buliran
Bagikan

Berita Terkait
Terkini