Pembinaan ini dibuka resmi Kepala Kantor dan Kepala Seksi Bimas Islam Asrul. Dalam sambutannya itu, Yasril mengingatkan untuk tidak memuat dalam laporan tentang mengajar santri MDTA dan TPQ. Sebagaimana disinggung Direktur Jenderal Bimas Islam.
"Penyuluh berperan membimbing santri MDTA maupun TPQ, tetapi tidak dimasukkan ke dalam laporan", terang Yasril. (Red). Editor : Buliran NewsSumber : Tim