Seorang Kepala Sekolah TK di wilayah Kabupaten Katingan menyampaikan keluhanya, bagaimana tidak, disaat sedang merasa bersyukur ketika sekolah mereka akan mendapatkan bantuan berupa bangunan ruang kelas dan penataan halaman sekolah dari Kementrian Pendidikan pusat, justru ada oknum yang berusaha untuk melakukan intervensi bahkan melayangkan ancaman terhadap pihaknya.
Mula-mula oknum berinisial BH menanyakan kepada Kepala Sekolah apakah Tim Pembangunan TK tersebut sudah terbentuk, lalu kemudian menanyakan siapa ketua Tim nya, BH juga menyatakan bahwa dirinya sudah membantu pihak Dinas Pendidikan, maka kemudian mengajukan diri untuk dimasukan ke dalam TIM, akan tetapi ketika mengetahui panitia sudah terbentuk, ia meminta agar Kepala Sekolah jangan menerbitkan SK dulu, sampai dirinya dan Kepala Sekolah konfirmasi dengan Kepala Bidang TK pada Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan.
Untuk meyakinkan Kepala Sekolah bahwa dirinya adalah pihak yang di delegasikan oleh Dinas Pendidikan untuk masuk ke dalam tim, BH berkata “Arahan dari dinas kemarin melibatkan kita bu, karena kita ada bantu pengurusan di dinas” tegasnya kepada Kepala Sekolah.
Adapun Kepala Sekolah sendiri yang didampingi langsung oleh supervisor dari pihak Kementrian Pendidikan Pusat, didorong untuk segera menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, mengingat deadline waktu yang tinggal beberapa hari saja.
Khawatir terganggu dalam mengejar waktu, sedangkan BH terus melobi dirinya, maka Kepala Sekolah TK tersebut menyarankan kepada BH untuk melobi sekolah atau posisi lain, “ada tugas pengawas yang masih kosong, siapa tau bisa masuk sebagai pengawas” Ujar RA, Kepala Sekolah TK tersebutMendapat saran seperti demikian, BH langsung marah dan melayangkan ancaman “Maaf ya bu, kita bukan pengemis yang minta-minta pekerjaan, nanti kita lihat seperti apa kualitas pembangunanya, RAB bangunanya juga kita pegang, nanti jika ada temuan kita laporkan ke pihak terkait” ancamnya.
Mendengar ancaman tersebut, Kepala Sekolah (RA) berusaha menjelaskan “Bukan begitu pak, oleh tim sudah cukup, dilihat data di dinas masih ada kosong untuk pengawas, siapa tau berkenaan, ini waktu juga mepet” jawab RA
Untuk mempertegas ancamanya, BH juga berkata “Berarti pihak sekolah ibu yang tidak berkenaan, nanti kita lihat bu, silahkan kalian pelaksanaya, sudah dapat manfaanya kalian Yayasan mau untung sendiri, tapi kita lhat saja nanti” tegasnya.
“kita sudah berdiskusi dengan pak kadis, terkait pekerjaan TK nusantara yg tidak berkenan melibatkan kami dipersilahkan yayasan untuk pelaksaan nya sendiri .asal ibu tau untuk RAB nanti kita Ada pegang untuk pengawasan jika ada penyimpangan akan kita somasi ke pihak terkait” lanjut ancaman tersebut.
Editor : Buliran NewsSumber : LSM LIRA Kalteng