Scroll untuk baca artikel

Mengenal Tujuh Kerajaan Tertua di Minangkabau Sebelum Kehadiran Kerajaan Pagaruyung 

Mengenal Tujuh Kerajaan Tertua di Minangkabau Sebelum Kehadiran Kerajaan Pagaruyung 
Mengenal Tujuh Kerajaan Tertua di Minangkabau Sebelum Kehadiran Kerajaan Pagaruyung 

Setelah mendirikan Kerajaan Pasumayam Koto Batu, Sri Maharaja Diraja kembali mendirikan kerajaan baru di daerah Bukit Bakar, dengan nama Kandis, dan berdiri pada abad kesatu sebelum masehi.Tidak lama ia menjabat sebagai raja, Sri Maharaja Diraja akhirnya wafat dan digantikan oleh anaknya, Mangkuto Maharaja Diraja atau dikenal Datuk Rajo Tunggal.

Orang-orang berada di wilayah Kerajaan Kandis, mulai berangsur-angsur pindah dari bukit Bakar.Orang yang dimaksud adalah mereka yang memiliki kemampuan dan cukup berpengaruh di kerajaan tersebut.

Beberapa orang itu pindah menuju bukit Selasih, kemudian mendirikan kerajaan Kancil Putih.Selain itu, beberapa orang lainnya juga berpindah ke daerah Kuantan, yang memiliki geografis wilayah pinggir laut.

Meilhat daerah Kuantan yang air lautnya surut, orang-orang dari Kerajaan Kandis mulai mendirikan kerajaan dengan nama Koto Alang, dimana Aur Kuning adalah raja pertamanya.Persebaran orang di wilayah Kerajaan Kandis tidak hanya tersebar ke dua wilayah kerajaan tersebut saja, namun mereka juga menuju daerah-daerah lain dan membangun kerajaan baru di sana.

Di antaranya Puti Pinang Masak dan Merah di wilayah Lubuk Ramo, Dang Tuanku di Singingi, serta Imbang Jayo di Koto Baru.Mulailah perang-perang kecil antara beberapa kerajaan di atas. Salah satu contoh adalah perang antara Kerajaan Kandis dengan Koto Alang.

Perang tersebut membuat Kerajaan Koto Alang Takluk. Aur Kuning sebagai raja saat itu, tidak mau tunduk dan diperintah oleh Kerajaan Kandis.Akhirnya ia pun kabur menuju Jambi. Semenatara petinggi-petinggi Kerajaan Koto Alang yang lain, Tumenggung dan Patih, juga ikut kabur ke kaki gunung Merapi.

Mereka berdua pun berganti nama dengan Datuk Katumanggungan dan Datuk Parpatih nan Sabatang.Kerajaan Kandis pun akhirnya runtuh yang disebabkan oleh peperangannya dengan raja Sintong dari Cina Belakang.

Tidak hanya disitu saja, pasukan raja Sintong melakukan perjalanan menuju wilayah Jambi, sekaligus menghabisi sisa Kerajaan Kandis.Imbas dari perang tersebut, beberapa orang yang tersisa dari Kerajaan Kandis berkumpul di bukit Bakar.

Mereka menetap disana dan takut apabila musuh kembali menyerang.Maka dari itu, mereka membuat kesepakatan untuk menyembunyikan istana Dhamna, yang dibangun oleh Sri Maharaja Diraja, dengan melakukan sumpah.

Terakhir ada Kesultanan Kuntu Kampar yang berada di wilayah Minangkabau Timur.Sesuai dengan namanya, Kesultanan Kuntu Kampar berada di sekitar sungai Kampar Kiri dan Kanan, serta menyebar ke wilayah lain.

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini