Scroll untuk baca artikel

Indonesia Merdeka 80 Tahun: Industri Farmasi Mandek dan Ketergantungan Impor Mengkhawatirkan

Ilustrasi berbagai jenis obat.
Ilustrasi berbagai jenis obat.

Negeri Ginseng Korea Selatan mendapatkan reputasi baik dalam hal operasi tulang belakang, skrining kanker, serta perawatan dan operasi bedah kosmetik. Demikian pula Thailand yang banyak menawarkan prosedur bedah kosmetik, dengan infrastruktur medis yang sangat baik.

Fenomena warga memilih berobat di rumah sakit swasta atau memilih berobat ke luar negeri tentu tak bisa begitu saja disalahkan. Warga jelas akan mencari pelayanan terbaik. Namun bagi rakyat kecil terutama di daerah-daerah, untuk mendatangi rumah sakit swasta di kota-kota besar saja tentu hanya sebatas mimpi mengingat mahalnya biaya pengobatan dan kendala jarak.

Berobat ke luar negeri kini menjadi pilihan banyak warga di Tanah Air. Alasannya, entah tidak percaya atau kecewa dengan pelayanan dokter dan kelengkapan rumah sakit di dalam negeri, tarif pengobatannya yang relatif lebih murah atau obat yang lebih paten.

Tantangan dari Ketergantungan Bahan Baku Farmasi Impor

Pelayanan rumah sakit di dalam negeri seringkali mencerminkan masih banyaknya tantangan di bidang kesehatan. Infrastruktur kesehatan yang masih belum maksimal apalagi di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (T3) hingga pelayanan BPJS Kesehatan yang sering mendapat keluhan.

Sementara harga obat-obatan juga menjadi masalah lain lagi yang dihadapi sektor kesehatan nasional. Ini terkait dengan kondisi industri farmasi nasional. Indonesia memproduksi sebagian besar obat untuk kebutuhan domestik, ketergantungan terhadap bahan baku impor, khususnya dari China dan India, tetap menjadi masalah yang belum terpecahkan.

Editor : Redaktur Buliran
Bagikan

Berita Terkait
Terkini