Alasannya, lanjut Dadan, agar tidak ada protein dalam satu telur yang terbagi secara tidak utuh.
Baca juga: Diutus Presiden, Menag ke Mesir Bahas Ekoteologi dan Pembukaan Cabang Al-Azhar di Indonesia
"Karena Beliau ingin lihat telur itu betul-betul satu per anak. Beliau sangat tidak ingin telur itu diorak-arik atau didadar, karena kalau didadar kan untuk tujuh orang bisa cuma lima telur untuk sepuluh orang bisa lima telur kalau diceplok dengan dibulat itu sudah pasti kelihatan telurnya utuh," beber Dadan.
"Inilah bentuk perhatian sampai Pak Presiden kepada program MBG," pungkasnya. ***
(Ican) Editor : Redaktur Buliran