Buliran.com - Jepara,
Negara kembali diuji dalam menjaga warisan sejarahnya. Team Investigasi media menemukan jejak penebangan pohon secara total di kawasan Cagar Budaya Beteng Portugis, Jepara. Tonggak-tonggak bekas tebangan masih tertancap di tanah, sementara kayu lenyap tanpa jejak administrasi, memunculkan pertanyaan serius tentang pengawasan negara di situs bersejarah.
Di area wisata Beteng Portugis, tim media mendapati empat tonggak bekas penebangan, terdiri dari tiga pohon kayu meh dan satu pohon cemara. Sementara itu, di dalam kawasan inti cagar budaya peninggalan Belanda, ditemukan dua tonggak pohon asem. Temuan ini memperlihatkan bahwa penebangan tidak hanya terjadi di zona pengunjung, tetapi telah menyentuh area perlindungan utama.
Tonggak-tonggak tersebut menjadi bukti fisik yang tak terbantahkan: yang terjadi adalah penebangan penuh, bukan sekadar pemangkasan ranting.
Perintah Berlapis, Tanggung Jawab Menguap
Saat dikonfirmasi, Manajer Pariwisata Beteng Portugis, Agus Tiyanto, menyebut penebangan dilakukan atas perintah Kamal, Kasi Tata Kelola Dinas Pariwisata. Namun, klaim tersebut dibantah langsung.
Editor : Redaktur Buliran